Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan




Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan (K8-Pj2)


Indikator

1. Menjelaskan arti perumpamaan dalam Kitab Suci.

 2. Menyebutkan contoh-contoh perumpamaan Yesus dalam Kitab Suci yang meng-



gambarkan Kerajaan Allah.

3. Menjelaskan maksud Yesus memberikan perumpamaan.

4. Menjelaskan beberapa makna perumpamaan yang diberikan Yesus dalam Kitab

Suci





Bukan hal yang mudah untuk memahami misteri tentang Kerajaan Allah. Maka

kerapkali Yesus merumuskan ajaran-Nya tentang Kerajaan Allah dalam bentuk

Perumpamaan. Perumpamaan adalah penyampaian pesan dengan menggunakan

bahasa imajinatif, kiasan simbolis, atau perbandingan. Orang yang mendengar

sebuah perumpamaan diharapkan mampu menangkap pesan dibalik perumpamaan

tersebut. Demikian juga Yesus, dengan menggunakan perumpamaan orang yang

mendengarkan ajaran-Nya diharapkan dapat lebih mudah mengerti, memahami dan

melaksanakan ajaran-Nya dalam kehidupan nyata.

Perumpamaan yang dipakai Yesus untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah

biasanya diambil dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Kalau pendengarnya

sebagian besar para petani maka dalam mewartakan Kerajaan Allah Yesus

menggunakan perumpamaan biji sesawi, lalang diantara gandum, pembajak sawah,

penabur benih dan sebagainya. Kalau berhadapan pendengarnya nelayan maka

Yesus menggunakan perumpamaan pukat, jala dan sebagainya. Meski demikian

perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus diharapkan dapat diambil pesannya oleh

siapapun yang mendengarnya. “Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mat

13:45;lih. Luk 14:35). Orang yang mendengarkan perumpamaan Yesus diharapkan

mampu menafsirkan, menanggapi dan mengambil sikap sendiri.

Beberapa contoh perumpamaan yang digunakan Yesus untuk mewartakan

Kerajaan Allah adalah sebagai berikut:


1. Perumpamaan Seorang Penabur (Mark 4:3-8,13-20)

Perumpamaan ini hendak menjelaskan bahwa dalam karya Yesus untuk

menegakkan Kerajaan Allah betapapun ada kegagalan, karya-Nya itu akan meng-

hasilkan buah panen yang berlimpah, melebihi apa yang diperkirakan manusia.

Oleh karena itu pengikut Yesus tidak perlu berkecil hati dan mudah putus asa bila

mengalami berbagai kegagalan.


2. Perumpamaan tentang Benih yang Tumbuh (Mark 4:26-29)

Perumpamaan ini hendak mengatakan bahwa Kerajaan Allah seumpama benih

yang sudah ditaburkan, lalu ia akan tumbuh sendiri, bahkan petani sering tidak

mengetahui kapan ia akan bertunas atau kapan akan ke luar bunga dan kapan

persisnya buah terbentuk. Demikian pula tumbuhnya Kerajaan Allah sering

tidak bisa diamati pasti, tergantung sepenuhnya pada Allah, bukan usaha


manusia. Bahkan, manusia tidak memaksa supaya cepat, atau memperlambat

pertumbuhannya. Pada saatnya yang tepat Allah sendiri yang akan menegakkan

Kerajaan Allah.


3. Perumpamaan tentang Lalang di antara Gandum (Mat 14:24-30)

Kerajaan Allah yang diwartakan dan ditawarkan oleh Yesus kepada semua orang.

Untuk tegaknya Kerajaan Allah tidak harus dengan cara segera menghabisi yang

jahat, melainkan memberi kesempatan mereka untuk bertobat, sebab Kerajaan

Allah sendiri yang akan menghakimi mereka, bukan manusia. Allah mencintai

dan menghendaki semua manusia yang baik dan yang jahat. Tegaknya Kerajaan

Allah justru terjadi bila yang baik dan yang jahat bisa hidup bersama dan dengan

penuh kesabaran serta kasih mendorong yang jahat menjadi baik.


4. Perumpamaan tentang Pukat (Mat 13:47-50)

Kerajaan Allah itu bagaikan pukat, yang ketika ditebarkan akan mendapatkan

bermacam-macam ikan, ada yang besar dan ada yang kecil, ada yang beracun dan

tidak. Demikian pula, dalam Kerajaan Allah dikembangkan sikap tidak mudah

menghakimi orang lain, merasa diri yang paling baik dan paling layak menjadi

warga Kerajaan Allah, dan yang lain dengan segala kejahatannya dianggap tidak

layak masuk Kerajaan Allah. Biarlah Allah sendiri yang memilah-milah antara

yang baik dan yang tidak baik.


5. Perumpamaan tentang Harta Terpendam dan Mutiara Berharga (Mat 13:44-46)

Demi Kerajaan Allah, manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling

berharga. Untuk itu ia harus berani meninggalkan segala miliknya yang selama ini

dianggap paling berharga dalam hidupnya. Hidup dalam Kerajaan Allah :

4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."


adalah

hidup yang penuh suka cita, sekalipun untuk mencapainya seseorang harus berani

meninggalkan segalanya.




Injil : Markus 4: 3-8;  13-20 " Perumpamaan seorang penabur"


4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."



"4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

4:14 Penabur itu menaburkan firman.

4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,

4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,

4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."


"Injil Markus : 4: 26-29 "Perumpamaan benih yang tumbuh"


4:26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."


Injil Matius  13: 24-30 "Perumpamaan tentang  Lalang diantara Gandum

13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."




Injil Matius 13:44-46 "Perumpamaan tentang Harta terpendam dan mutiara berharga


13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."



Injil Matius 13 : 47-50  "Perumpamaan tentang PUKAT"


13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

13:48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.


a. Perumpamaan adalah penyampaiaan pesan dengan menggunakan bahasa imajinatif, kiasan simbolis, atau perbandingan.

b. Dengan menggunakan perumpamaan diharapkan orang yang mendengar

akan lebih mudah menangkap dan memahami isi dan gagasan yang hendak

disampaikan melalui perumpamaan tersebut.

c. Dalam mewartakan Kerajaan Allah, Yesus seringkali menggunakan

perumpamaan sesuai dengan situasi dan kondisi para pendengarnya, dan

biasanya diambil dari hal-hal yang ada dalam kehidupan masyarakat sehari-

hari, baik berupa benda atau pengalaman, atau kejadian atau kebiasaan,

sehingga orang-orang yang mendengarkan perumpamaan yang disampaikan

Yesus akan lebih mudah memahami ajaran Yesus.

d. Perumpamaan yang sering digunakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan

Allah, misalnya:
Seorang Penabur maksudnya adalah hendak menjelaskan bahwa dalam karya
Yesus untuk menegakkan Kerajaan Allah betapapun ada kegagalan, karya-
Nya itu akan menghasilkan buah panen yang berlimpah, melebihi apa yang
diperkirakan manusia. Oleh karena itu pengikut Yesus tidak perlu berkecil hati
dan mudah putus asa bila mengalami berbagai kegagalan.
Tentang Pukat, maksudnya adalah Kerajaan Allah itu bagaikan pukat, yang
ketika ditebarkan akan mendapatkan bermacam-macam ikan, ada yang besar
dan ada yang kecil, ada yang beracun dan tidak. Demikian pula, dalam Kerajaan
Allah dikembangkan sikap tidak mudah menghakimi orang lain, merasa diri
yang paling baik dan paling layak menjadi warga Kerajaan Allah, dan yang lain
dengan segala kejahatannya dianggap tidak layak masuk Kerajaan Allah.
Mutiara dan Harta yang Terpendam, maksudnya adalah Demi Kerajaan Allah,
manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling berharga. Untuk
itu ia harus berani meninggalkan segala miliknya yang selama ini dianggap
paling berharga dalam hidupnya. Hidup dalam Kerajaan Allah adalah hidup
yang penuh suka cita, sekalipun untuk mencapainya seseorang harus berani
meninggalkan segalanya.Benih yang tumbuh, maksudnya adalah Kerajaan Allah seumpama benih
yang sudah ditaburkan, lalu ia akan tumbuh sendiri, bahkan petani sering
tidak mengetahui kapan ia akan bertunas atau kapan akan ke luar bunga dan
kapan persisnya buah terbentuk. Demikian pula tumbuhnya Kerajaan Allah
sering tidak bisa diamati secara pasti, tergantung sepenuhnya pada Allah,
bukan usaha manusia. Bahkan, manusia tidak bisa memaksa supaya cepat, atau
memperlambat pertumbuhannya. Pada saatnya yang tepat Allah sendiri yang
akan menegakkan Kerajaan Allah.
Tentang Pukat, maksudnya adalah Kerajaan Allah itu bagaikan pukat, yang
ketika ditebarkan akan mendapatkan bermacam-macam ikan, ada yang besar
dan ada yang kecil, ada yang beracun dan tidak. Demikian pula, dalam Kerajaan
Allah dikembangkan sikap tidak mudah menghakimi orang lain, merasa diri
yang paling baik dan paling layak menjadi warga Kerajaan Allah, dan yang lain
dengan segala kejahatannya dianggap tidak layak masuk Kerajaan Allah.
Mutiara dan Harta yang Terpendam, maksudnya adalah Demi Kerajaan Allah,
manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling berharga. Untuk
itu ia harus berani meninggalkan segala miliknya yang selama ini dianggap
paling berharga dalam hidupnya. Hidup dalam Kerajaan Allah adalah hidup
yang penuh suka cita, sekalipun untuk mencapainya seseorang harus berani
meninggalkan segalanya.
Benih yang tumbuh, maksudnya adalah Kerajaan Allah seumpama benih
yang sudah ditaburkan, lalu ia akan tumbuh sendiri, bahkan petani sering
tidak mengetahui kapan ia akan bertunas atau kapan akan ke luar bunga dan
kapan persisnya buah terbentuk. Demikian pula tumbuhnya Kerajaan Allah
sering tidak bisa diamati secara pasti, tergantung sepenuhnya pada Allah,
bukan usaha manusia. Bahkan, manusia tidak bisa memaksa supaya cepat, atau
memperlambat pertumbuhannya. Pada saatnya yang tepat Allah sendiri yang akan menegakkan Kerajaan Allah.


Lalang diantara Gandum, maksudnya adalah Tegaknya Kerajaan Allah justru terjadi bila yang baik dan yang jahat bisa hidup bersama dan denganpenuh kesabaran serta kasih mendorong yang jahat menjadi baik. Tidak harus membinasakan yang jahat.




Komentar